Jumat, 07 November 2014

Rasanya jadi cewek teknik...

Menemukan catatan ini dalam sebuah blog... siapapun yang punya... IZIN SHARE YACH.... hehehe.....

Rasanya Jadi Cewek yang Kuliah di Fakultas Teknik

Fakultas Teknik seringkali diidentikkan dengan sesuatu yang laki banget, mengingat bahwa menuntut ilmu di jurusan ini memang lumayan hardcore. Secara persentase, fakultas ini juga masih didominasi oleh mahasiswa cowok, tergantung jurusannya. Misalnya, Teknik Mesin itu biasanya paling sedikit ceweknya, sementara Teknik Industri dan Teknik Kimia cukup banyak diminati oleh kaum Hawa.
Lalu, gimana sih suka duka para cewek tangguh ini saat menghadapi Fakultas Teknik sebagai pilihan mereka? Yuk simak sama-sama!

1. Mulanya, kamu ‘nyasar’ ke Fakultas Teknik dengan beragam alasan

Sebagian dari kamu ada yang emang udah bercita-cita untuk masuk jurusan teknik. Pengen jadi arsitek, misalnya. Sementara bagi yang lainnya, masuk fakultas teknik adalah pelarian karena gak berhasil memasuki fakultas favoritnya, misalnya kedokteran.
Selain itu, ada juga sih alasan lainnya, antara lain karena fakultas teknik emang banyak cowoknya (ini pasti sekolahnya di SMA homogen nih). Ada juga yang emang orang tuanya terinspirasi sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan pengen putri kesayangannya jadi tukang insinyur.

2. Waktu Ospek Fakultas, kamu jadi gugup sendiri.

“Aku bakal diapain, ya, sama cowok-cowok kekar ini?”
Melihat segitu banyaknya cowok di jurusanmu, muncul sedikit kekhawatiran di dalam benakmu. Bisakah kamu menyaingi cowok-cowok ini dalam hal akademik?

3. Tapi, kamu merasa jauh lebih tangguh setelah ospek usai.

Ya, setelah digembleng secara fisik dan mental lewat ospek yang ngeri-ngeri sedap bareng cowok-cowok ini, tumbuh perasaan bangga dalam dirimu. Kamu berhasil pulang dengan selamat dan menjadi cewek yang lebih tangguh dari sebelumnya.

4. Ternyata Fakultas Teknik tuh gak cuma keras di ospek aja, kuliahnya pun kadang gak manusiawi!

Kamu dihadapkan pada tugas-tugas yang menumpuk dengan deadline ketat yang kelihatannya kurang manusiawi. Misalnya aja, kamu mesti mengumpulkan laporan dalam tiga hari setelah praktikum, dan laporannya ditulis tangan! Padahal, dosen pengampu mata kuliah lain juga memberikan tugas yang sama ngeselinnya.

5. Alhasil, mau nggak mau kamu mesti mengorbankan jam tidurmu.

Kamu mesti rela begadang sampai pagi demi merampungkan tugas-tugas dahsyat itu. Di saat kamu akhirnya bisa memejamkan mata pun, tidurmu gak bisa nyenyak karena masih kepikiran sama sejumlah pe-er yang belum kamu garap.

6. Kamu juga mesti rela diusir satpam gara-gara ngerjain tugas di kampus sampai malam.

Satpam: “Mbak, udah jam 11 lho ini, mau ditutup kampusnya.”
Kamu: “Sabar, Paak! Dikit lagi kelar nih.”
Untung satpamnya pengertian, jadi kamu masih bisa menggunakan wi-fi kampus yang gratis buat ngerjain tugas beberapa menit lagi.
Satpam: “Cuma mau ngingetin, Mbak. Di sini angker lho.”
Kamu: (Dalam hati) ‘Tugas gue lebih angker, Paaak!’

7. Akhir pekan juga mesti kamu korbankan untuk kerja kelompok.

Habisnya kalo gak pas weekend, anggota kelompokmu suka bentrokan jadwal kuliah. Cuma akhir pekan yang bisa menyatukan kalian.
Selamat tinggal, Sabtu. Selamat tinggal, Minggu.

8. Konsekuensinya, ya kamu jadi dianggap kuper. Jarang bisa gaul sama teman-temanmu yang kuliah di jurusan lain.

Teman: “Eh, nongkrong, yuk!”
Kamu: “Gak sempet, Say. Ada tugas yang mesti dikumpul besok. Tulis tangan, lagi. Hiks.”
Padatnya jadwal kuliah dan tumpukan tugas di Fakultas Teknik membuatmu kesulitan menyesuaikan jadwal dengan teman-teman dari jurusan lain. Akhirnya, kamu mainnya ya sama bocah Teknik lagi – bocah Teknik lagi….

9. Kesibukan juga membuatmu jarang bisa maksimal dalam kegiatan-kegiatan non-akademik di UKM.

Kamu tetap berusaha mengikuti beberapa UKM biar relasi dan wawasanmu berkembang, tapi tetap aja di sana kamu juga gak bisa all-out karena kepikiran tugas-tugasmu.

Bukan cuma jam tidur dan kehidupan sosial yang harus dikorbankan, kehidupan cinta juga~

10. Problema cinta #1 cewek FT: Direbutin cowok-cowok

Bagi beberapa orang, Kuliah di FT justru bisa membuat mereka mendadak populer. Gimana enggak, jumlah cewek yang minim di Fakultas ini membuatmu jadi pusat perhatian. Cowok-cowok ngantri buat jadi pacarmu.

Problema cinta #2 cewek Teknik: Yang mau banyak, tapi gak punya waktu buat pacaran

Kuliah – praktikum – tulis laporan responsi – belajar buat kuis – belajar buat UTS – praktikum lagi – ngerjain laporan sampai hampir mati – belajar buat UAS.
Walaupun banyak fans-nya, kalau begini ya kapan pacarannya???

Problema cinta #3 cewek Teknik: Eh, pas akhirnya kamu selo dan pengen kencan sama pacarmu, malah begini jadinya…..

Kamu: “Sayang, malem minggu ini aku agak selo, jalan-jalan yuk.”
Pacar: “Sori, selama ini kamu terlalu sibuk sampai lupa sama aku. Aku udah punya yang lain. Bye.”
Ngenes banget gak sih? Paham sekarang kenapa banyak anak teknik yang ngejomblo?

11. Sebagai cewek, kamu hampir gak ada waktu buat merawat diri. Sampai-sampai, kamu udah gak dianggap cewek lagi sama teman-temanmu.

Bergaul di lingkungan anak teknik menggerus kecantikanmu pelan-pelan. Dandananmu jadi makin kucel, rambutmu lepek, kulitmu kusam karena panas-panasan. Bukan karena kamu malas memperhatikan penampilan, tapi karena jadwalmu memang super padat. Lagian, di Teknik nggak ada yang peduli juga kok kamu mau tampil kayak apa. Asal supel, bisa membawa diri, dan tugasmu dikerjakan dengan benar.
Bahkan, saking udah gak dianggap ceweknya — saat ketemu temanmu, kamu malah disapa seperti ini:
“Eh, ada mas-mas gondrong. Sini, sini!”
‘Mas, aku masih cewek lho, Mas!.’

12. Meski begitu, ada untungnya juga sih. Kamu nggak harus ribet berdandan kalau mau ke kampus. Udah jadi paling cantik ini! (Soalnya nggak ada yang lain)

Kalau kuliah di FISIP atau FE, harus dandan cantik dulu biar cowok-cowok pada ngelirik. Kalau di FT mah ya pada ngelirik aja. Orang kamu cewek yang populasinya jarang di sana…..

13. Anehnya, jenis kelaminmu sebagai cewek juga membuatmu dianggap sebagai anak rajin. Banyak yang memintamu masuk ke kelompoknya buat dijadiin…ahem, tumbal.

Saat disuruh bikin kelompok sama dosen, banyak yang berebut buat satu kelompok sama kamu. Giliran udah dapet kelompok, eh porsi tugasmu paling gede dibanding teman-temanmu. Karena cewek, kamu dianggap lebih rajin…..
‘Lempar aja aku ke kawah Candradimuka. Lempar aku, Mas!

14. Menjadi minoritas di Fakultas Teknik membuatmu sering banget jadi sorotan dosen di kelas.

Karena jumlah cewek di kelas bisa dihitung jari, mukamu dihafalin sama dosen. Jadi, kamu mesti siap mental jika sewaktu-waktu ditunjuk dosen buat menjawab pertanyaan.

15. Tapi ada untungnya juga dikenal dosen. Karena kamu sudah dihapal, kesempatanmu buat diajak dosen mengerjakan suatu proyek pun terbuka lebar.

Kadang, dosenmu melakukan suatu penelitian atau mendapat kerjaan di luar kampus. Nah, gak jarang kamu akan dimintai bantuan dalam mengerjakan proyek-proyek beliau. Lumayan buat nambah pengalaman dan uang jajan.

16. Jadi cewek yang jumlahnya sedikit di Fakultasmu, membuat teman-teman cowokmu lebih protektif. Kamu jadi merasa lebih aman dan selalu terlindungi.

Baik itu saat mengerjakan tugas di lapangan maupun saat mendaki bareng teman-teman kampusmu, kamu gak merasa takut karena mereka akan jagain kamu.
Cowok Teknik mah jaminan gentle, Bro!

16. Kuliah di FT membuatmu sadar bahwa hubungan persahabatan antara cewek dan cowok itu mungkin terjadi. Bukan cuma sekedar mitos!

Saat orang di luaran bilang kalau cewek-cowok nggak mungkin cuma temenan, kamu cuma akan mengangkat alis tanda tak percaya. Kenyataan yang kamu hadapi justru sebaliknya. Kamu dan teman-teman cowokmu justru akrab satu sama lain karena merasa senasib sepenanggungan. Mulai dari ngerjain tugas, makan siang, sampai nongkrong kalian juga lebih nyaman bareng-bareng.
Ada flirting atau PDKT nggak jelas diantara kalian? Enggak tuh! 100% temenan!

17. Lewat tugas-tugas yang berat, kamu terbiasa ditempa menjadi pekerja keras.

Lewat Fakutas Teknik yang kamu tekuni, kamu digembleng untuk tahan banting dan pantang menyerah terhadap kesulitan yang ada. Meski kamu seorang cewek, kamu gak takut sama tantangan hidup yang menantimu di luar sana.

18. Kamu juga menjadi pribadi yang lebih tertata dan menghargai waktu.

Tugas-tugas kuliahmu gak akan selesai kalo kamu gak bisa mengelola waktu dan energimu secara optimal. Makanya, menuntut ilmu di teknik punya andil besar dalam membentukmu menjadi pribadi yang tertata dan menghargai waktu.

19. Yang paling penting, kamu punya visi yang jelas tentang masa depan.

Kamu udah punya gambaran ke mana kamu mesti melangkah di masa depan. Jalan hidupmu jelas, karena anak teknik cenderung bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dia tekuni. Kamu gak mudah menyeberang jalur soal pekerjaan seperti jurusan lainnya dan paham mana pekerjaan yang prospektif dengan visimu.

20. Pokoknya, menjadi mahasiswi Fakultas Teknik adalah pencapaian hidupmu yang paling membanggakan!

Ya, fakultas teknik mengajarkanmu menjadi wonder woman dengan caramu sendiri. Coba deh, mana ada cewek yang rela berkutat sama mesin-mesin bengkel kalo bukan anak teknik? Kamu bangga dengan jiwa korsa serta rasa solidaritas anak teknik, dan akan selalu mengingatnya dalam sanubarimu, dimanapun kamu berada.

Nah, itulah dia sedikit suka-duka cewek yang menuntut ilmu di fakultas teknik. Lis ini tentu gak bisa mencakup keseluruhan kisah cewek anak teknik, karena beda ilmu teknik itu luas banget dan terdiri dari banyak jurusan.


by : Paulus Risang in hipwee

wkwkwkwkwk.... sumpah... diriku tertawa-tawa sendiri  membaca tulisan ini... tapi benar adanya kuliah di teknik membentuk kami (aku khususnya) menjadi pribadi yang tangguh.... bangga menjadi bagian dari anak-anak teknik.............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar