Kamis, 06 September 2018

Pengingat bertubi-tubi

Memasuki tahun 2018, aku di uji dengan nikmat sakit yang di beri Allah... tanpa aku sadari aku mendzolimi diri sendiri dengan mengabaikan saran dokter... aku pernah di operasi FAM di tahun 2014... dan sekali lagi aku harus melewati operasi itu d tahun ini... yach... karena pola hidupku yang masih seperti dulu....., meski ada yang bilang sakit itu bisa saja kembali muncul karena di usia segini saya masih belum menikah ^^ (tapi yang ini sich aku gak khawatir... semua aku serahkan kepada Allah, karena dia telah menyiapkan aku jodoh di waktu yang tepat menurutNya).... 


Pasca operasi aku memulai hidup yang seperti disarankan dokter, akupun rajin membaca artikel-artikel tentang bagaimana hidup yang baik, dan menambah jam olahraga... dan itu bukanlah perkara mudah, tetapi insyaAllah akan aku lakukan... 3 bulan pasca operasi aku kembali kontrol... dan alhamdulillah.... hasilnya sudah baik, begitupula dengan kontrol di bulan ke 6 ku, di bulan delapan jatah medical cekup ku pun tiba... dan seperti biasa akupun melakukan semua yang diharuskan untuk melakukan cekup... di waktu itulah pada saat posisi duduk menuju berdiri selangkanganku keseleo... entah apa sebabnya.... hari pertama aku membiarkannya karena aku fikir hanya salah urat saja... sampai di malam harinya aku merasa sakit yang luar biasa... akupun kembali ke rs... dan melakukan beberapa terapi... 2 minggu berlalu dan alhamdulillah sakitnya berkurang.. tapi sampai detik ini kakiku serasa masih belum kuat untuk di gunakan berjalan dan berdiri dengan waktu yang lama... di luar itu akupun menyadari, mungin dosaku sudah terlalu banyak... sehingga Allah memberi nikmat sakit agar dosa2 itu sebagian bisa berkurang.... mesti banyak berbenah, dan kembali intropeksi diri... bahwa rawat dan peliharalah tubuh yang di titipkan Allah untukmu.... sakit inipun aku nikmati... semoga menjadi pengguggur dosa sambil tetap berusaha untuk mengobatinya, ku nikmati saja karena bukankah Allah memberi ujian hambanya tidak di luar batas kemampuan hambanya... dan sekali lagi aku selalu bersyukur bahwa aku masih di pilih Allah untuk melewati ujian sakit ini di sepanjang tahun 2018... semoga masih tetap kuat dan semoga selalu tabah dan selalu istiqomah untuk merawat raga ini..... ^^



"menikmati ujian sakit yang datang bertubi-tubi..... Alhamdulillah.... ^^"

Selasa, 04 September 2018

drama dlm persahabatan

Ada yang bilang, tidak mungkin seorang perempuan bisa bersahabat dengan laki-laki, karena perempuan selalu mengikuti perasaannya... atau jika tidak, maka laki-lakinya yang akan menyukai sahabatnya karena merasa nyaman...  ada pula yang bilang, jika bersahabat dengan 1 lelaki dan 2 perempuan ... maka akhirnya salah satu yang perempuan akan menyukai sahabatnya yang lelaki... atau bisa jadi kedua2nya menyukai sahabatnya... atau salah satu perempuan dan si laki-laki akan saling menyukai...., sehingga persahabatan bubar di tengah jalan..... dan benarkah adanya??? jika hal itu terjadi maka tentu  drama akan mengisi persahabatan, akan banyak air mata yang mewarnainya... dan tentu akan banyak sakit yang tercipta... dan tentu pembodohan akan berlangsung secara terus menerus... entahlah... hal ini hanya beberapa perkataan orang.... dan yang paling parahnya lagi (masih saya kutip dari perkataan org2 bijak), jika kita besahabat dengan orang yang sudah memiliki pasangan... ini akan berpotensi merusak hubungan orang... dan hal yang terakhir inilah yang bikin aku spechless... karena aku pernah bersahabat dengan 2 orang teman yang sudah berkeluarga... satunya lelaki dan satunya perempuan... dan alhamdulillah... persahabatan itu masih berlangsung.... memang sich persahabtanku itu dengan yang lelakinya sekarang aku "jarak"kan.... itu demi menghargai pasangannya... yang "katanya" mulai tidak nyaman dengan sahabat2 wanita suaminya... (hehehe.. mungkin dia melihat kami terlalu "kelewatan" sama suaminya ^^).... dan aku memaklumi itu... karena aku merasa jika aku juga ada di posisinya akupun akan merasa sperti itu... tetapi itu tidak merusak persahabatan kami, karena  kami terang2an alias blak2an mengatakannya pada sahabat kami..., bukankah seorang sahabat tidak perlu menyembunyikan apa2 dari sahabatnya? mungkin termasuk perasaannya yang paling dalam (hahaha...), dan akhirnya... akupun merasa bahwa memang lebih aman bersahabat dengan sesama jenis... untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan... berteman bolehlah (dgn lawan jenis)... tetapi menjadi sangat dekat... lebih baik fikir2 dulu dech... bagus kalau persahabatan itu berubah menjadi pasangn yang di halalkan... tetapi kalau misalnya hnya bertepuk sebelah tangan???.... so... hindari sebelum terjadi.... ^^




Hanya catatan iseng yang terlintas ketika persahabatan itu mulai "terjarak"kan... dan aku mensyukuri itu..... (karena sekali lagi aku berusaha menghargai perasaan seseorang... ^^)