Jumat, 02 Agustus 2013

karena hidup tak semudah membuat mie instant....

Setitik mani yang di titipkan dalam rahim seorang ibu, berkembang dalam kehangatan... dari segumpal darah menjadi sebongkah daging, dan ditiupkan roh oleh sang pemilikNya... dan dalam waktu 9 bulan ia terus berproses membentuk rupa sebaik-baik manusia... hingga waktunya.... duniapun mengucapkan selamat datang padanya, wajah2 lega serta senyuman lebar menyambutnya ...., suara yang pertama didengarnya adalah suara kebaikan, suara yang mengingatkan bahwa disepanjang usianya  suara itu  harus selalu di penuhinya, suara yang membawanya menghadap kepada Rabbnya, sedangkan ia memulai hidupnya dengan sebuah tangisan keras, pertanda bahwa ia telah di berikan nyawa oleh sang pemiliknya..... 

d masa balitanya segala dekapan hangat diperolehnya, susu pertama diperolehnya dari orang yang membawanya ke dunia, setiap tangisan akan bersambut dengan suara rayuan dan belaian, sampai usianya mengharuskannya untuk mencoba hasil bumi... suapan pertamanya masih dengan sentuhan dan buaian seseorang yang serupa malaikat yang disebut ibu... segala bahan terbaik yang disiapkan bumi di kejarnya demi sibuah hati yang ada di dalam gendongannya.... langkah pertamanyapun masih dengan bantuan sang ibu... khawatir kaki si buah hati untuk pertama kalinya menginjak bumi akan terluka.... hingga ia mampu berjalan bahkan berlari mengitari bumi dan isinya....

Masa kanak-kanak dilaluinya masih dengan bantuan ibu, dipilihnya pakaian-pakaian terbaik serta pendidikan terbaik untuknya, sungguh menyenangkan, karena dia mulai mengenal teman-teman sebayanya, bahwa hidup ini bukan hanya sebatas ibu, dan bapak..... ternyata ada mausia-manusia lain yang serupa dengannya....,

Masa remajanya di lewatinya dengan segala keindahan dunia, dirinya sudah memiliki keinginan sendiri mulai dari pakaian, makanan, pendidikan, dll.... beberapa perubahan juga terjadi pada dirinya, kakinya bertambah panjang, dadanya mulai membesar, dan yang paling membuatnya heran dan takjub adalah ketika setitik darah yang ditakdirkan oleh sang pemiliknya akhirnya muncul juga di kehidupannya.... lagi2 seorang ibu memberinya pengertian bahwa dirinya sudah menanjak menuju kedewasaan..... 

Perubahan besar terjadi pada dirinya ketika getaran-getaran aneh mengaliri darahnya, dia menjadi suka memikirkan lawan jenisnya, selalu ingin bercermin, selalu ingin tampil sempurna di mata lawan jenisnya itu.... pertengkaran-pertengkaran kecil mulai terjadi antara dirinya dan ibunya, bahwa dia mulai mengabaikan pekerjaan sekolahnya, sudah melanggar jam malam yang ditentukan ayahnya..., air mata menjadi teman sehari-harinya, berbagai prasangka bermunculan... bahwa ibunya egois, bapaknya tidak mengerti dirinya, orangtuanya kejam,,,, dan beberapa tuduhan lainnya.... fikiran-fikiran buruk bermunculan... ingin rasanya lari saja dari rumah, seandainya saja ibunya yg sekarang bukan ibunya, seandainya sja ayahnya bukan yang sekarang..... hingga semuanya menguap ketika dirinya melihat sang pujaan hati bergandengan tangan dengan wanita lain.... , dunia serasa runtuh... makan jadi tidak berselera, tidurpun tak nyenyak.... cinta pertamanya layu sebelum berkembang..... lagi-lagi sosok ibu menjadi penenangnya, memberikannya semangat untuk terus melanjutkan hidup, bahwa apa yang dialaminya adalah biasa jika kita berani menyukai seseorang

Akhirnya iapun bangkit dan terus melanjutkan hidup..... dan tibalah saatnya ketika ia harus meninggalkan orangtuanya untuk berangkat ke kota melanjutkan pendidikannya, tidak ada lagi alarm dari ibunya..., tidak ada lagi jam malam yang ditetapkan ayahnya... semua yang mengatur adalah dirinya sendiri, tidak ada lagi hidangan lezat di atas meja ketika dirinya kembali dari kuliah... dan tempat tinggalnya sekarang adalah sebuah kamar kecil 4 x 5 meter di tengah  kota besar... hari-harinya disibukkan dengan urusan kuliah, stres ketika tumpukan2 tugas membumbung nyaris membentur plafon kamarnya, mesti beberapa kali merasakan nikmat lapar di akhir bulan ketika kiriman orang tuanya belum datang, satu dua buah kehidupan lawan jenis juga mampir di kehidupannya.... tapi ia menanggapinya tidak selabil dulu... sekarang ia menjelma menjadi sosok gadis yang kuat dan mandiri, satu dua kali ia jalan bersama teman-teman kuliahnya mencari hiburan ketika kepenatan sudah melampaui batas...., beberapa kegiatan organisasi diikuti... membuat sosoknya menjadi lebih berkarakter...., hingga saat wisuda itu datang...., kebahagiaan datang, air mata orangtuanya menjadi saksi bahwa dirinya telah menyelesaikan pendidikannya.


Dan... akhirnya kehidupan sebenarnya di mulai... satu, dua bulan merasakan nganggur masih sangat di nikmati, masuk di bulan ketiga perasaan cemas mulai menghampiri...., berpuluh-puluh lamaran pekerjaan di kirimkan, tapi jawaban yang di terimanya tetap sama... "belum ada lowongan".... hingga berbulan-bulan bahkan nyaris setahun...... hidup menjadi kelam baginya, dirinya menggangap Tuhan tidak adil padanya, bahwa dirinya merasa sudah sangat berusaha tetapi mengapa pekerjaan belum juga mampir padanya...., dirinya menjadi sensitif...., mudah marah dan merasa bahwa dirinya tidak seberuntung teman-temannya..... lagi2 orangtuanya menjadi teman, penyemangat... di kala dirinya benar-benar terpuruk..... hingga kabar gembira itu datang... dirinya di terima disebuah perusahaan swasta.... dan lagi2 orangtuanya memberi selamat dan terus mengingatkan bahwa tiada usaha dan doa yang sia-sia jika kita percaya pada yang maha kuasa....

Hari-harinya sekarang di lewatinya dengan kerja, sibuk dengan pekerjaan yang menggunung... kadang-kadang ia harus merelakan jam pulangnya menjadi molor demi mengejar deatline pekerjaan, kehidupannya berubah menjadi gadis pekerja, satu dua kali dirinya masih berkesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya di kala kuliah dulu,  hatinya menjadi bangga sekaligus menjadi berguna ketika pulang kerja, dirinya menyempatkan diri membelikan orangtuanya sebungkus martabak telur....... dan sekali lagi hidup memang tidak semudah membuat mie instant... yang dalam waktu 5 menit bisa langsung dinikmati... atau tidak semudah menekan tuts keaboard Ctrl+C dan ctrl V.... karena jika hidup semudah membuat mie... maka kita tidak akan pernah merasakan bagaimana susahnya berjuang, dan berusaha, tidak ada doa mengangkasa... dan tidak akan ada  usaha yang di atas rata-rata...., tidak ada rasa terpuruk, tidak ada rasa kecewa, tidak ada rasa bahagia yang membucah.... dann pastinya kita tidak akan pernah belajar menerima segalanya.... baik itu senang maupun susah..... so guys.... apapun kondisimu saat ini.... yakinlah bahwa Tuhan sedang bekerja dengan cara yang tidak pernah kita duga sama sekali...... berusaha dan berdoa itu kuncinya.........................




"lagi tertakjub-takjub dengan cara kerja Tuhan....., maha besar Allah dengan segala firman-firmanNya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar