Rabu, 26 Februari 2020

Mengerti arti bacaan Sholat

Seperti yang di tuliskan Here's a blog:
Dalam Islamdiaries....... 



Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa  itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda “sholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmu” ( Rukun Ihsan ).
Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.

Takbir
Takbiratul Ihram —-> ALLAAHU AKBAR
                              (Allah Maha Besar)
Iftitah

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.

(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)

Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).

Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.

(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)
Al Fatihah

Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali.
Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)

(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam)

Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

Iyyaaka, na’budu, wa iyyaaka, nasta’iin
(Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an’am, ta ‘alayhim

(Jalan, yang, telah Engkau beri ni’mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin.

(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Rasulullah bersabda “Apabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qur’an “.
Ruku’
Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan :

 Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi, Wabihamdihi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)

—-> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.
(Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)

Rasulullah sering sekali memperpanjang Ruku’, Diriwayatkan bahwa :

“Rasulullaah SAW, menjadikan ruku’nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.”
(Hadits  Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

I’tidal
Pada saat ketika kita i’tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari ruku’ beliau mengucapkan:
Sami’allaahu, li, man, hamida, hu
“Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

“Apabila imam mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)
Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika I’tidal beliau mengucapkan “Sami’allaahu, li, man, hamidah” lalu ada diantara makmun mengucapkan “Rabbanaa lakal hamdu”, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya “Siapakah gerangan yang mengucap “Rabbanaa lakal hamdu”, ketika aku ber I’tidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban itu”.

Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan :
Rabbanaa, lakal, hamdu
(Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kesmpurnaan lafadzh diatas :

mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyi’ta, min shai in, ba’du(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)
(Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)

Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do’a  sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW.
Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdi, hi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

Duduk antara dua Sujud


Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do’a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW  mengucapkan :

Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii
wahdinii, wa ‘aafinii, Wa’Fuanni
(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).

Duduk At-Tasyaahud Awal

  1. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu ‘Uwanah, Asy-Syafi’i, dan An-Nasa’i.
    Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepada kami. Beliau mengucapkan :

    Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
    Assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
    Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahisshaalihiin.
    Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
      (dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, ‘abduhu, warasuuluh)

2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.
Dari Ibn Mas’ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan  kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepadaku : —-> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.

(Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan).

Assalaamu ‘alayka
*, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya).

Assalaamu ‘alaynaa, wa ‘alaa, ‘ibaadillaahisshaalihiiin.

(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh).

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.
(Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah).

Wa asyhadu, anna muhammadan, ‘abduhu, wa rasuluhu.

(Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).


Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :
Assalaamu ‘alannabiy
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi).


Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat

Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari’atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.

Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli ‘alaa  muhammad, wa ‘alaa, aali  muhammad.
(Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad)

Kamaa, shallayta, ‘alaa  ibrahiim, wa ‘alaa, aali  ibraahiim.(Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Wa ‘barikh alaa  muhammad, wa ‘alaa aali  muhammad.

(Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad)

Kamaa, baarakta, ‘ala  ibraahiim, wa ‘alaa, aali  ibraahiiim.(Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid.

(Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).

Salam

“Rasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :
Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),
 sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”
( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi )
Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )
————————————————————————————————————————-
Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.
Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.
Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.

Blog Ini

Yach.... ini sudah 2020... dan aku baru sadar bahwa blog ini sudah hampir masuk di usia ke 9-nya.... dan yach 3 tahun belakangan ini, nyawa menulisku sudah pada titik memprihantkan... kubuka beberap draft yang tersimpan di blog ini... dan nyatanya baanyak sekali tulisan yang kubuat tapi tidak terselesaikan...,
Mencoba mengumpulkan nyawa lagi agar tulisan itu bisa segera ku rampungkan.... memang mungkin hanya catatan yang gak penting... tapi catatan itu menjadi sejarah bagiku... :)
Dan pagi ini pun mandeg..... hanya 7 baris tulisan yang bisa kubuat.... dan yach... siaappp semoga nyawa itu terkumpul lagi untuk memulai tulisan ini lagi..... marikiiiiiiiii..... sa kumpul2 dulu nyawa menulisku,,,,, :D

Senin, 02 September 2019

Pergi.....

Jumat kemarin untuk kesekian kalinya aku lembur untuk mendampingi peserta pelatihan yang dilakukan oleh pemda LUTIM, aku kebagian mendampingi mereka di praktek instalasi listrik dasar...., setelah aku selesai memberikan pengarahan ke mereka akupun kembali keruanganku... dan melakukan beberapa tugas yang masih terbengkalai di siang tadi...., cukup sejam pekerjaan ku itupun selesai... dan sambil menunggu latihan pesetra VST selesai.... dan untuk membunuh waktu yang terasa lambat.... iseng2 ku buka HP ku dan masuk ke halaman sosmed ku....., ada satu grup di FB ku yang jarang seklai ku kunjungi..., karena di sana banyak sekali penghuninya dan banyak sekali postingan-postingan (yang berfaedah ataupun yang unfaedah :D), dan enthalah... angin apa yang membawaku sehingga iseng2 kutelusurilah wall grup itu...., aku mulai membaca satu persatu postingan teman-teman (yang paling banyak postingan senior2 sebenarnya) mulai dari postingan yang paling terbaru dan postingan yang sudah agak lama,,,, ada satu gambar yang menarik perhatianku, sehingga tanpa kusadari aku mencari sesosok makhluk... makhluk yang dulu bikin masa-masa ospekku penuh cerita.... makhluk yang dulu bikin kuliahku selalu semngat..... makhluk yang dulu selalu menjadi perhatianku...., satu demi satu kutatap foto-foto itu... demi mencarinya, kubuka postingan-postingan yang lain... tapi nihil..., sampai ku buka foto-foto reuni yang baru-baru di lakukan sehabis lebaran lalu... yang memang lebih banyak di hadir oleh senior-senior... tapi tetap gambar makhluk itu tidak bisa ku jumpai.... dan..... hhmmm..... mungkin saja dia tidak ikut reuni sepertiku...., itu kata batinku... 
Dan akupun berhenti mencari gambarnya...., tapi tanganku terus membuka grup itu.... bahkan tanpa sengaja aku mengklik beberepa nama seniorku yang tidak menjadi temanku di FB... hanya sekedar untuk mengintip di halaman FBnya, pekerjaan iseng sich....  dan karena keisenganku itulah sebuah status satu tahun lalu membuat ku membeku di tempat ku duduk... nyaris tidak percaya dan nyaris menangis seorang diri... postingan stts itu mengatakan ucapan bela sungkawa atas kepergian salah satu senior kami d elektro... sosok yang dari tadi aku cari-cari gambarnya dihalaman grup itu....., karena rasa tidak percaya akupun mengklik komen-komen yang ada d stts tersebut... untuk mengkonfirmasi... sapa tau aku salah kira.... dan, memang benar.... dia adalah sosok tiu.... sosok yang kucari-cari dari tadi... sosok yang dulu selalu buatku gagal fokus.... dan sosok yang dulu buat jantungku selalu bergetar aneh..... dan dia telah pergi... dia telah kembali kepada penciptanya.... dan aku sangat... sangat terlambat mengetahuinya... 

Dan.... hanya Al-Fatihah yang bisa ku kirimkan untuknya.... semaoga Allah menempatkannya di sebaik-sebaik tempat..... Aamiin.... Selamat jalan kakak.... semoga engkau tenang di alam sana...... T___T..............

Jumat, 30 Agustus 2019

Ayam Itu... :D

Berjumpa dengan tuts2 keyboard ini lagi....
Cerita ini ttg ayam istimewa yang selalu ku damba-dambakan di jaman kuliah dulu....
sewaktu aku kuliah uang kiriman yang dikirimkan oleh orangtuaku selalu saja pas-pasan... pas untuk bayar listrik, pas untuk bayar air, bayar telpon rumah (waktu itu hp masih barang mewah sekali), dan pas untuk uang angkot (pete-pete), untuk sebulan.... sedangkan untuk makan mama selalu mengirimkan semuanya dari kampung... mulai dari beras, sabun, sampho sampai telur yang rawan pecahpun mama kirimkan semua dan dipacking dalam dus... dan bispun siap mengantarkannya ke kota Makassar.... hebatnya... semua barang pecah didalamnya (terutama telur), sampai dengan aman sentosa.....
So... untuk makan atau jajan di luar adalah hal yang jarang kulakukan, dikarenakan uangku pas untuk sebulan (untuk ongkos kuliah), dan sayang juga makanan yang di kirim dari kampung jika tidak di komsumsi sama sekali.... tapi terkadang jika aku lagi jalan-jalan di dalam kota di waktu senggang... selalu saja aku tergiur oleh aneka jajanan yang ada di luar sana, apa lagi kalau aku dan teman-teman jalan ke mall yang sebenarnya hanya niat mau mengunjungi toko buku... ujung2nya selalu mupeng jika melewati kedai ayam crispy yang mengeluarkan aroma menggoda.... terkadang temanku bilang... "ayo e singgah...." tapi karena aku mahasiswa yang berbudget pas-pasan dan menganggap ayam crispy itu terlalu mahal untuk ukuranku..., maka ajakan teman itu hanya berubah jadi candaan di antara kami saja... karena memang temanku mengajak hanya bercanda saja wong dia juga sama kerenya dengan aku hehehe....., dan terbesitlah d dalam hatiku.... sautu saat nanti jika aku sudah berpenghasilan, aku akan makan di sana sepuasnya...., hehehe....
Tapi sebenarnya... bukan aku tidak pernah makan di kedai ayam itu.... jika mama datang dari kampung mengunjungi kami, maka segala rayuan gombalpun aku lakukan... dan demi melihat anaknya yang memang kurus kurang makan di perantauan :D, dengan segala perhitungan dan kalkulasi yang tepat akhirnya mama pun mentraktir ayam itu... dengan catatan hanya boleh 1 potong 1 orang (waktu itu aku kuliah berdua kakakku), satu nasi atau kentang dan satu minuman bersoda.... alhasil... makanan itu bukannya bikin kenyang dan puas..... malah  bikin ngegantung dan tambah mengidamkannya kembali... hanya bikin tambah penasaran ingin makan sebanyak-banyaknya lagi hahahaha......
Dan aniwei... setelah aku sudah bekerja... cita-cita untuk makan ayam itu tetap aku laksanakan... jika waktu cutiku tiba... (aku kerja di kampungku yang tidak punya kedai ayam crispy hikss... T.T), aku pasti tidak akan melewatkan makan d kedai ayam itu... sebanyak perutku mampu... dan selalu pula membaw pulang seemeber besar ayam itu untuk oleh-oleh di rumah...., tak lupa pula jika ada teman-teman yang berangkat ke kota tak kulewatkan pula untuk menitip agar di belikan ayam tersebut.... dan lama-kelamaan ayam itu menjadi makanan eneg yang malas aku makan lagi...., sekarang aku lebih memilih menyantap kapurung daripada si ayam... yach mungkin karena "balas dendamnya" kelewatan kali yach... hehehe...
Tapi terkadang timbul juga perasaan sesekali (tidak seperti dulu ingin berkali-kali hahaha) ingin makan si ayam itu kembali... , sepotong atau dua potong cukup... tidak serakus dulu lagi... dan sayangnya ayam itu tidak ada di jual di kampung kami... dan karena sekarang hobby masakku sudah di level cukup baik (eehmm.....), akupun mencari resep untuk membuat si ayam..., dan ternyatahhh pemirsa membuat si ayam ini sama susahnya sewaktu di jaman kuliah dulu aku ingin memakannya... beberapa kali uji coba di dapur ku lakukan, selalu saja hasil ayamnya tidak sesuai yang kuinginkan... dan tidak sesuai dengan ayam di kedai2 yang ada di kota itu... tapi aku tidak patah arang... terakhir resep yang aku dapat dari iparku yang kerja di catring... dengan tambahan modal tutorial dari youtube, puluhan resep dari cookpad dan berkali-kali percobaan akhirnya berhasil pula si ayam ini terhidang di mejaku... meski rasa belum hampir sama... tapi setidaknya telah mendekati dengan original ayamnya... karena bukankah segal sesuatu yang diciptakan di bumi ini tidak ada yang sama persis... meski seorang anak kembar pun???..... :D...:D... well... cukup puaslah diriku dengan hasil ayamku ku ini... ayam yang dulu sangat istimewa untuikku... kini menjadi ayam biasa2 saja di mataku.... 
 
Lumayanlah...., mendekati sempurna ini... malah menurutku ini lebih enak dan sehat dari pada ayam2 d resto itu... hahaha....narsis judulnya ini

Jumat, 19 Juli 2019

Angan-angan

Hanya berangan-angan ketika jatuh cinta dulu... uuuppsss,
fitra manusia... tapi terkadang jatuh cinta bisa terjadi di tempat yang salah waktu yang salah dan dengan orang yang salah
Jatuh cinta juga bisa terjadi di waktu yang tepat, tempat yang tepat dan orang yang tepat... sehingga jatuh cinta bisa berakhir pada sebuah komitmen
dan terkadang pula jatuh cinta bikin orang bahagia dan bisa pula bikin orang menderita
tapi itulah resiko dari jatuh cinta...
yang kalau menurutku jatuh cinta harus melibatkan logika... karena kalau hanya mengikuti perasaan saja... maka jatuh cinta bisa berubah menjadi mengerikan.....
Pagi-pagi begini membahas jatuh cinta, jadi bikin melow dan sendu....
dan yang pengen di tuliskan pun terlupakan satu persatu... hahaha
padahal membahas tentang jatuh cinta bakalan tidak ada habisnya tuch....
So... mari merbincang ttg jatuh cinta.... :D 



Jumat, 28 Juni 2019

Aku dan Kemunafikan

Sebaris tulisanpun tergores disni... banyak sebenarnya yang telah kulalui dalam kurun waktu ini,  dan banyak yang ingin aku tuliskan.... yach, karena niat saja tidak cukup... niat haruslah diwujudkan.... :)

Tentang sahabat yang beranjak meninggalkan kota ini... demi masa depan yang lebih baik atau pula karena tempat ini sudah tidak menantang lagi... apapun itu selagi itu baik dan berkah untukmu... kami hanya bisa mendoakan... semoga apa yang engkau cari di tempat itu segera terwujud...

Tentang negeri yang sedang berpesta... berpesta untuk memilih pemimpin agar bangsa ini lebih baik, tapi di balik pesta meriah itu banyak nyawa yang harus di korbankan... banyak kepala yang tertunduk kecewa karena merasa di curangi... dan lihat....... sekarang berdirilah seorang pemimpin yang terpilih dengan utang trilyunan, jutaan DPT siluman, ribuan kebohongan dan ratusan nyawa melayang.... pertanda malu atau "siri" sudah hilang dari nuraninya.... 

Tentang perjalanan umroh keduaku yang lebih nikmat dan berkesan... karena aku berangkat bersama kedua orngtua dan kedua kakakku... perjalanan yang nyaris tanpa perencanaan, perjalanan yang benar-benar penuh kebahagiaan,,, bertawaf mengelilingi kabbah sambil menggandeng kedua tangan orang tuaku, berlari-lari kecil antara safa dn marwah sambil ttp mengawasi kedua orang tuaku..., menggiring mereka menuju hijr Ismail untuk berdoa bersama...  dan tidak ada yang dapat kami ucapkan selain kata alhamdulillah untuk perjalnan indah ini

Tentang beusaha menjadi lebih baik dan mencoba istiqomah untuk melakukannya.. berat... tapi bisa karrna niat yang sudah tertanam kuat

dan tetang sebuah kemunafikan di depan mataku.... achh entah, semoga itu hanya prasangka yang salah dariku..., ketika kita sudah merasa bahwa dia baik, bahwa dia menjaga, bahwa dia berilmu, bahwa dia terbaik dari kami.... tetapi hanya kekecewaanlah yang hadir, ketika kita merasa bahwa dia ternyata tidak sebaik yang kita sangka, bahwa dia ternyata tidak menjaga seperti yang kita kira... dan bahwa memang dia juga hanyalah manusia biasa...................

Kamis, 06 September 2018

Pengingat bertubi-tubi

Memasuki tahun 2018, aku di uji dengan nikmat sakit yang di beri Allah... tanpa aku sadari aku mendzolimi diri sendiri dengan mengabaikan saran dokter... aku pernah di operasi FAM di tahun 2014... dan sekali lagi aku harus melewati operasi itu d tahun ini... yach... karena pola hidupku yang masih seperti dulu....., meski ada yang bilang sakit itu bisa saja kembali muncul karena di usia segini saya masih belum menikah ^^ (tapi yang ini sich aku gak khawatir... semua aku serahkan kepada Allah, karena dia telah menyiapkan aku jodoh di waktu yang tepat menurutNya).... 


Pasca operasi aku memulai hidup yang seperti disarankan dokter, akupun rajin membaca artikel-artikel tentang bagaimana hidup yang baik, dan menambah jam olahraga... dan itu bukanlah perkara mudah, tetapi insyaAllah akan aku lakukan... 3 bulan pasca operasi aku kembali kontrol... dan alhamdulillah.... hasilnya sudah baik, begitupula dengan kontrol di bulan ke 6 ku, di bulan delapan jatah medical cekup ku pun tiba... dan seperti biasa akupun melakukan semua yang diharuskan untuk melakukan cekup... di waktu itulah pada saat posisi duduk menuju berdiri selangkanganku keseleo... entah apa sebabnya.... hari pertama aku membiarkannya karena aku fikir hanya salah urat saja... sampai di malam harinya aku merasa sakit yang luar biasa... akupun kembali ke rs... dan melakukan beberapa terapi... 2 minggu berlalu dan alhamdulillah sakitnya berkurang.. tapi sampai detik ini kakiku serasa masih belum kuat untuk di gunakan berjalan dan berdiri dengan waktu yang lama... di luar itu akupun menyadari, mungin dosaku sudah terlalu banyak... sehingga Allah memberi nikmat sakit agar dosa2 itu sebagian bisa berkurang.... mesti banyak berbenah, dan kembali intropeksi diri... bahwa rawat dan peliharalah tubuh yang di titipkan Allah untukmu.... sakit inipun aku nikmati... semoga menjadi pengguggur dosa sambil tetap berusaha untuk mengobatinya, ku nikmati saja karena bukankah Allah memberi ujian hambanya tidak di luar batas kemampuan hambanya... dan sekali lagi aku selalu bersyukur bahwa aku masih di pilih Allah untuk melewati ujian sakit ini di sepanjang tahun 2018... semoga masih tetap kuat dan semoga selalu tabah dan selalu istiqomah untuk merawat raga ini..... ^^



"menikmati ujian sakit yang datang bertubi-tubi..... Alhamdulillah.... ^^"

Selasa, 04 September 2018

drama dlm persahabatan

Ada yang bilang, tidak mungkin seorang perempuan bisa bersahabat dengan laki-laki, karena perempuan selalu mengikuti perasaannya... atau jika tidak, maka laki-lakinya yang akan menyukai sahabatnya karena merasa nyaman...  ada pula yang bilang, jika bersahabat dengan 1 lelaki dan 2 perempuan ... maka akhirnya salah satu yang perempuan akan menyukai sahabatnya yang lelaki... atau bisa jadi kedua2nya menyukai sahabatnya... atau salah satu perempuan dan si laki-laki akan saling menyukai...., sehingga persahabatan bubar di tengah jalan..... dan benarkah adanya??? jika hal itu terjadi maka tentu  drama akan mengisi persahabatan, akan banyak air mata yang mewarnainya... dan tentu akan banyak sakit yang tercipta... dan tentu pembodohan akan berlangsung secara terus menerus... entahlah... hal ini hanya beberapa perkataan orang.... dan yang paling parahnya lagi (masih saya kutip dari perkataan org2 bijak), jika kita besahabat dengan orang yang sudah memiliki pasangan... ini akan berpotensi merusak hubungan orang... dan hal yang terakhir inilah yang bikin aku spechless... karena aku pernah bersahabat dengan 2 orang teman yang sudah berkeluarga... satunya lelaki dan satunya perempuan... dan alhamdulillah... persahabatan itu masih berlangsung.... memang sich persahabtanku itu dengan yang lelakinya sekarang aku "jarak"kan.... itu demi menghargai pasangannya... yang "katanya" mulai tidak nyaman dengan sahabat2 wanita suaminya... (hehehe.. mungkin dia melihat kami terlalu "kelewatan" sama suaminya ^^).... dan aku memaklumi itu... karena aku merasa jika aku juga ada di posisinya akupun akan merasa sperti itu... tetapi itu tidak merusak persahabatan kami, karena  kami terang2an alias blak2an mengatakannya pada sahabat kami..., bukankah seorang sahabat tidak perlu menyembunyikan apa2 dari sahabatnya? mungkin termasuk perasaannya yang paling dalam (hahaha...), dan akhirnya... akupun merasa bahwa memang lebih aman bersahabat dengan sesama jenis... untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan... berteman bolehlah (dgn lawan jenis)... tetapi menjadi sangat dekat... lebih baik fikir2 dulu dech... bagus kalau persahabatan itu berubah menjadi pasangn yang di halalkan... tetapi kalau misalnya hnya bertepuk sebelah tangan???.... so... hindari sebelum terjadi.... ^^




Hanya catatan iseng yang terlintas ketika persahabatan itu mulai "terjarak"kan... dan aku mensyukuri itu..... (karena sekali lagi aku berusaha menghargai perasaan seseorang... ^^)

Senin, 04 Juni 2018

Black Nastar

Hanya mo ngepsot gambar black nastar cookies ku.... ^^
yang aku di buat bangga bikinnya... karena butuh kesabaran extra buatnya hehehe....

Fresh From Oven

Ready to Oven

Mirip Manggis benaran kan??? hehehe....

Selasa, 15 Mei 2018

komunikasi

4 bulan berlalu sejak pergantian tahun... blog ku ini nyaris tak bernyawa..., jarang tersentuh oleh tulisn-tulsan tanganku..., benar kata sebagian orang memulai sesuatu itu cukup sulit... tapi lebih sulit lagi untuk ttp ber"istiqomah" atau konsisten untuk mempertahankan sesuatu... yach seperti tulisan-tulisan tanganku... yang sudah jarang sekali tertuang di atas keyboard...., bukan karena gak ada ide... hanya saja rasa malas kerap menghantui atau kala semangat menulis itu kadang berada di titik terendah.... :)

Eniwei, baydewei, buswei... ^^, di minggu kemarin kembali ibu2 rempong dan gadis2 rempong ^^ penggila senam mengadakan acara silaturahmi sesama peserta senam sebelum memasuki bulan ramdhan..., semuanya turut berperan serta mulai dari yang masih muda, setengah muda, setengah tua, dan yang sudah tua semuanya ambil bagian di kegiatan ini.... acaranya sama dengan tahun lalu... cuma kali ini ada beberapa hal yang di hilangkan seperti makanan yang dulunya di bawa oleh ibu-ibu dengan pembagian tugas... sekarang tinggal mengumpul dana dan makanan di pesan di chatring dalam bentuk kotakkan... jadinya praktis, aman, dan semuanya dapat... tidak ada lagi istilah daging ayam yang raib entah kemana hehehe.....^^

setelah semuanya berjalan baik dan acara selesai,  foto2 kegiatanpun akhirnya di louncing d grup dan di fb... ada satu gambar yang membuatku merasa takjub... gambar itu hanyalah gambar sederhana... tapi memiliki makna yang luar biasa..... kita bisa mengambil ibroh (pelajaran) dari gambar tersebut....

sebenarnya hanya gambar 2 ibu2 menggiring bola.....
Coba teman-teman perhatikan gambar di atas... hanya gambar 2 orang ibu2 yang sedang menggiring bola pingpong dari sendok satu ke sendok berikutnya... dan 2 orang ibu2 yang tengah mengamatinya...
gambar yang sangat sederhana jika di lihat dengan "mata" saja... tapi coba teman2 lihat dengan mata hati (ccieee ^^), maka yang nampak bukan hanya 2 orang ibu-ibu yang menggiring bola... tapi dua orang ibu2 yang berusaha melepas keegoisannya agar bagaimana caranya si bola bisa berpindah dari sendok satu ke sendok yang lain tanpa terjatuh... si ibu yang tidak mengenakkan topi memegang pundak si ibu bertopi seolah-olah berkata... "bungkukan ki sedikit badan ta biar tidak jatuh ini bola... ", dan si ibu bertopi menanggapi dengan menundukkan badannya dan seolah2 berkata "okemi... tapi pelan-pelan kow lek... biar tidak jatuh ini bola"... hanya dengan menggunakan bahasa tubuh mereka bisa  saling mengerti... hanya dengan tatapan mata mereka bisa saling bekerja sama... terus bagaimna dengan 2 orang ibu2 yang sisanya (yang hanya menonton)???, mereka tetap memiliki kontribusi dan peranan penting.. mereka menyemangati ibu2 yang menggiring bola... sesekali menimpali dan atau memberi instruksi jika mereka melihat ada yang salah dengan 2 orang ibu penggiring bola....
Dan yach... semestinya dalam hiduppun selayaknya kita berlaku seperti gambar di atas... apatah lagi kita adalah mahluk sosial yang hidup bermasyarakat....tentunya banyak karakter yang akan kita jumpai dalam perjalnan hidup kita..., dan tentunya kita harus bisa mengerti karakter orang-orang yang hidup di lingkungan kita.... saling menghargai, saling mengerti, dan saling toleransi... maka insyaAllah hidup akan lebih berwarna...
Anw gambar dia atas aku pinjam dari gambar dokchu dengan model ^^ : ibu nuro, ibu muli, ibu mirna dan ibu arni... semoga berkenan gambarnya aku pasang di blogku yach... hehehe...




"minggu sehat bugar silaturahmi peserta senam anugrah kesorga... dan special thanks untuk DokCan Chuya..., selaku kepala suku dan penggagas awal acara ini (sampai di seri ke 2 mi... hehehe)...... 
MARI SEHAT BERSMA BUGAR BERSAMA