Selasa, 12 April 2016

Banana Muffin

Hari kamis kemarin di lokasi tempatku mengawas mahasiswa praktek, aku di beri sekantong pisang yang masih mentah, yang kata pak Rudy hasil panen dari kebun.... cek percek ternyata pisang itu adalah buag dari pohon pisang yang tumbuh di belakang bengkel kami... yang memang di rawat oleh garderner... oh iya selain pisang di belakang gedung itu ada alpukat, mangga, durian, rambutan, dll... dan pak gardener selalu membagikan buah hasil kebun "mininya"....
Sesampai dirumah pisang itu entah akan ku buat apa..., dan ku letakkan saja di atas meja... selang beberapa hari pisang itu mulai menguning, dan nyaris bonyok karena di biarkan saja..., karena kasian melihat buah itu yang hidup segan, matipun enggan... ^^, maka ku jelajahi cookpadku untuk mencari resep yang berbahan utama pisang... akhirnya kutemukanlah resep banana muffin milik mbak tintin... yang simple banget dan gak pake bahan yang banyak..... dan pisang yang teronggok pasrah tadi berubah menjadi muffin-muffin yang menggiurkan.... so kita simak bahan dan cara buatnya yyyuuukk
pisang yang buruk rupa menjelma menjadi si cantik yang manis... ^^
Bahan Basah :
1. 3 buah pisang ambon ukuran besar, tapi karena pisang yang di berikan ke aku rada imut aku menambahnya menjadi 6 buah pisang
2. 110 gram gula pasir (aku kurangi sedikit)
3. 1 butir telur ukuran besar
4. 1 sdt vanilla ekstrak
5. 95 gram mentega cair

Bahan kering :
1. 190 gram tepung terigu
2. 1 sdt baking powder
3. 1/2 sdt baking soda
4. Kismis secukupnya
5. Coklat butir secukupnya (aku ganti maises)

Cara membuat :
Lumatkan pisang, dan campurkan dengan semua bahan-bahan basah aduk menggunkan wisk sampai tercampur rata dan sisihkan
ayak bahan-bahan kering lalu buat lubang di tengahnya tuang adonan basah pada lubang bahan kering dan aduk sampai rata... kalau sudah rata berhenti mengaduknya... karena over mix akan membuat kita bantet.... (tips ini aku peroleh dari mbak tintin juga) hehehe..., 
sendok-sendok adonan pada cup2 kertas sampai 3/4 cup, biar 1/4nya sebagai ruang untuk mengembangnya kue... ^^, panggang pada oven dengan suhu 180 derajat selama 20 menit atau sampai kue kuning kecoklatan... untuk mengetahui kue matang atau belum boleh dilakukan test tusuk dengan tusuk gigi atau dengan lidi...

So puas rasanya memanfatkan makanan yang hampir saja "tewas" menjadi makanan yang menjadi rebutan hahahha... so... have a nice baking yach guys.... ^___^



Ketika kreatifitas di atas rata2... hahaha.... 

Rabu, 16 Maret 2016

Udang Tempura

Salah satu bahan maknan yang selalu ada di kulkasku adalah udang... mama sangat hobby sekali membelinya, dan terkadang aku khawatir dengannya karena beliau memiliki kolesterol, dan setahu seorang yang punya riwayat kolesterol tidak baik sering-sering mengkomsumsi udang... Anw karena sudah seringnya mama menyajiakn udang yang dimasak segitu-gitunya saja (kalau bukan udang asam manis, di rempeyek, atau di tumis atau hanya sekedar di masak dengan patika saja)... maka ku cobalah membuat udang tempura... sebenarnya niatan untuk bikin ini sudah lama sekali... tapi baru kesampaian di minggu yang lalu

Bapak yang semula malas memakan udang entah karena dah bosan karena terlalu sering atau yang memang malas makan udang ^^, hari itu melahap habis udang tempuraku.. sampai-sampai aku hanya kebgian 2 ekor saja hehehe....

Udang yang kriuk-kriuk.... nyaammmm.... ^^

So simak guys cara buatnya :
Siapkan :
1. 10 ekor udang ukuran besar (sekitar 150 gram)
2. 3 sdm tepung terigu
3. 1/2 sdt baking powder
4. 1 butir telur
5. Tepung panir secukupnya
6. Garam secukupnya
7. Jeruk nipis secukupnya
8. Lada secukupnya
9. Bumbu kaldu secukupnya
10. Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat :
Kupas udang dan sisahkan bagian ekornya saja, kerat bagian punggungnya dan buang kotorannya, sayat di dua bagian perut udang dan bagian punggungnya biar udang sedikit lurus, beri sedikit perasan jeruk nipis pada udang biar bau amisnya hilang, lalu bumbui dengan garam dan lada sisihkan...
campur terigu dengan baking power dan beri sedikit bumbu kaldu, lalu kentalkan terigu dengan air (jangan terlalu kental dan jangan terlalu encer), sisihkan.... kocok lepas telur dan sisihkan
Letakkan tepung panir pada wadah lalu ambil satu buah udang gulingkan pada campuran terigu, lalu gulingkan ke kocokan telur, lalu gulingkan pada tepung panir... lakukan sampai semua udang habis...., goreng udang tersebut pada minyak panas di atas api sedang.... goreng sampai udang berubah warna kuning keemasan.... angkat udang dan sajikan bersama saos botolan....


Soo... Guys selamat mencoba yachh... klo kalian baca ini dan rada ribet... teman-teman bisa liat resepku ini di cookpad ayu yach.... selamat masak teman2.... ^___^......




Lagi senang masak dengan bahan-bahan yang ada di rumah saja

Kamis, 10 Maret 2016

Roti Goreng Isi ayam Kentang setelah gerhana... ^^

hari Rabu kemarin tepatnya di tanggal 9 Maret 2016, Indonesi mendapatkan moment yang sangat langkah yaitu terjadinya gerhana matahari total di beberapa titik di Indonesia... di daerah ku sendiri hanya memperoleh gerhana matahari separuh saja yang menurut BMKG adalah sebesar 97, sekian2 %... jai pada hari itu kotaku lumayan gelap ketika gerhana berlangsung, pagi harinya aku berniat melakukan sholat gerhana matahari secara berjamaah di masjid-masjid yang telah di tentukan oleh pengurus YPRI dan berniat pula sepulang dari sholat hendak membuat roti goreng karena rasa penasaranku terhadap roti goreng buatan yani yang di bagikannya ke aku di hari selasa paginya......

Pagi harinya bersama bapak, kakak perempuanku dan seorang ponakanku berangkatlah aku untuk menunaikan sholat gerhana matahari secara berjamaah.... selepas sholat kami menyaksikan momen gerhana tersebut dengan penuh ketakjuban, tiba-tiba saja kotaku berubah menjadi seperti menjelang magrib... hatiku sangat takjub sekali sekaligus takut... semuanya berkecamuk dalam benakku... hanya melihat salah satu kebesaran Allah saja... rasanya sudah sangat dashyat sekali... bagaimana jika nanti kiamat??? hiks....

Anw... selepas pulang dari masjid akupun menyiapkan bahan-bahan untuk membuat roti goreng... awalnya aku bermalas-malasan untuk melakukannya karena ada beberapa bahan yang tidak tersedia di rumah.... beruntunglah ponakanku bisa di andalkan untuk berangkat ke pasar dan membeli beberapa bahan yang kurang lengkap hehehe.... ^^, dan yuk kita simak bahan dan cara pembuatan roti goreng ala aku :

Roti yang nampak menggiurkan hehehe...... ^^
Bahan-bahan :
A. Bahan Roti
1. 500 gram tepung terigu
2. 1 butir telur
3. 1 Sahet ragi instant (aku pake haan)
4. 75 gram mentega
5. 5 sdm gula pasir
6. 1 sdt garam
7. Air hangat secukupnya

B. Bahan Isian
1. 300 gram daging ayam cincang
2. 100 gram kentang
3. 100 gram wortel
4. 3 helai daun sup
5. 75 gram keju chedar parut

C. Bumbu halus:
1. 10 Siung bawang merah
2. 5 Siung bawang putih
3. sejumput lada
4. Bumbu kaldu secukupnya (aku pakai masako)

C. Bahan selimut roti
1. Putih telur secukupnya
2. Tepung panir secukupnya
3. Minyaak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat : 
Dalam wadah besar, masukkan semua bhan roti kecuali air hangat, uleni sebentar... masukkan sedikit demi sedikit air hangat sambil terus di uleni sampai adonan benar-benar kalis dan tidak lengkat di tangan, tutup adonan dengan plastik wrap dan diamkan selama 1 jam sampai adonan mengembang 2 kali lipat....,
Sementara menunggu adonan mengembang, kupas wortel dan iris kotak-kotak, kupas kentang dan iri kotak-kotak pula dan sisihkan, cincang kasar ayam dan sisihkan... tumis bumbu halus (bawang merah dan bawang puti dan merica) sampai aromanya keluar lalu masukkan ayam cincang... masak sampai ayam setengah matang... lalu masukkan wortel dan masak lagi sampai wortel setengah matang, setelah setelah matang masaukkan kentang dan masak lagi sampai kentang masak, setelah semuanya masak kecilkan api dan masukkan bumbu kalsu dan dau sop yang sudah di iris2 tipis aduk lagi sebntar, dan icip2... jika rasanya sudah pas, silahkan di angkat dan jika masih tawar boleh di tambahkan sedikit garam lagi
ambil roti yang sudah mengembang dan kempiskan bagi menjadi bagian-bagian kecil yang besarnya sesuai selera, lalu ambi satu bagian kecil roti isi tengahnya dengan 1 sdm bahan isian atau sesuai selera dn tambahkan 1 sdt keju chedar parut, tuup adonan dan bentuk bulat, lakukan sampai semua adonan roti dan isisn habis
Penyelesaian : ambil 1 buah roti yang sudah berisi lumuri dengan putih telur lalu gulingkan di atas tepung panir dan goreng ke dalam minyak panas dengan api yang kecil goreng sampai roti berubah warna menjadi kuning keemasan... lakukan sampai semua roti habis... dan roti kitapun siap... sajikan roti bersama saos botolon... rasanya nyammmmiiii.....






"Memasak sehabis gerhana dengan suhu rumah yang panas dan bikin gerah..... " 


Jumat, 04 Maret 2016

Kecewa dgn diri....

Dunia dengan berbagai kemelut di dalamnya, dan benar adanya satu sikap yang membuat kepercayaan kita hilang di mata seseorang.... maka kepercayaan itu sangat sulit untuk kita kembalikan.... kembali menyadarinya bahwa ini bkn aku, aku yang dulu selalu "dicari" oleh sahabat2ku untuk sekedar curhat... karena menurut mereka aku pandai menyimpan rahasia dan pandai menjadi pendengar yang baik..... kini sepertinya telah bergeser dari jati diriku dan baru pagi inilah aku menyadarinya..., ketika seorang sahabat menyentil dan menyadarkanku secara tidak langsung..., betapa besar aku harus "membayar"nya, dan betapa kecewa aku dengan diriku....., tapi dengannya aku kembali sadar bahwa aku harus berbenah kembali... memperbaiki segala laku dan sikapku.......





"Ketika diri kecewa dengan diri........... T___T"





Senin, 15 Februari 2016

Manusia....

Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana… biar penglihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, peradabanmu lebih peka dari dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap - tangis kehidupan, pengetahuanmu ttg manusia takkan bakal bisa kemput…



"Pramoedyia Ananta Toer"

Selasa, 09 Februari 2016

Pisang Goreng Palm Sugar

Liburan 3 hari kemarin, aku berniat untuk benar-benar menggunakannnya untuk istrahat... tapi apa mau di kata ajakan teman dan beberapa kegiatan membuatku harus mengurungkan niatku yang ingin istirahat di rumah saja.... 
Hari sabtu bersama mila berangkat ke kebun teman di wawondula katanya rambutannya tengah berbuah lebat-lebatnya... dan dengan semangat 45...^^ akupun berangkat ke sana, dan yyeeeyyy memang rambutannya tengah berbuah lebat... panen sana sini gak kerasa rambutan yang kami panen sudah 2 kantong lebih plus tambahan buah sirsak sekantong penuh... dengan keringat yang bercucuran (karena habis manjat panen) kamipun pulang... setenga 3 baru nyampe rumah... dan di sambut dengan senyum lebar mama + bapak karena melihat sekantong besar buah rambutan dan sirsak hehehehe.......
Hari minggunya pagi2 sekali (jam 7.30) aku berangkat ke kantor desa untuk pengkaderan pengurus wahdah... aku jadi panitia.. sibuk antar jemput dan angkut2 barang... libur hari kedua parah sekali.... setengah 6 sore baru balik ke rumah... lelah, capai... tapi di nikmati... pulangnya mama menyambut dengan wajah masam, karena pulang telat dan karena setrikaanku yang menumpuk belum tersentuh sama sekali... ckckck... T___T
Hari senin alias liburan ke 3 aku niatan lagi untuk benar-benar istirahat... tapi tiba-tiba ponakan datang minta dibuatkan pisang goreng keju...,, demi melihat wajahnya yang seperti malaikat... ^^ akupun tidak tega menolaknya, dan karena memang masak adalah salah satu kesukaanku...., maka mulailah aku menyiapkan bahan-bahannya... tapi karena stok keju lagi gak ada di rumah... maka aku ganti saja dengan palem sugar... dan anyway... simak yuukk cara membuat pisang goreng sederhanaku....

Pisang goreng keju yang berubah menjadi pisang goreng palmsugar... ^^

yang perlu kalian siapkan :
1. 1 sisir Pisang kepok setengah matang 
2. 100 gram tepung terigu
3. 1/2 teh baking powder (biar pisang gorengnya renyah)
4. Sejumput garam
5. Air secukupnya
6. Gula palem secukupnya
7. Susu kental manis secukupnya
8. Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat :
Campur terigu dengan baking powder dan garam aduk sebentar, tambahkan air sedikit demi sedikit sampai terigu mencair dan mengental... campuran terigu dan air ini baiknya jangan terlalu kental dan jangan terlalu cair pula biar hasil pisang goreng kita mantap...., kupas pisang dan belah menjadi 4 bagian... sambil mengupas pisang panaskan minyak di atas api sedang, celupkan pisang yang sudah di kupas tadi ke dalam larutan terigu lalu goreng pisang tersebut.... lakukan sampai semua pisang habis, tata pisang yang sudah di goreng tadi diatas piring berikan susu kental manis di atasnya dan taburi dengan gula palem.... dan pisnag goreng kitapun selesai..... nikmati dengan teh hangat... di jamin rasanya nyaaaammmm.... ^^^
Oh iya versi simple resep ini bisa kalian liat disni yach... https://cookpad.com/id/resep/551036-pisang-goreng-palm-sugar?ref=recipe, sekalian kunjungi cookpadku maksudnya hehehe.....

Dan alhasil liburan yang diniatkan untuk digunakan istirahat panjang, akhirnya harus berakhir dengan kesibukan yang luar biasa... dan dari kesemuanya alhamdulillah, masih bisa beraktifitas......




Ternyata rencana bisa berubah total tanpa perencanan hehehe... ^^

Kamis, 21 Januari 2016

Jealous by Labrinth

I'm jealous of the rain
That falls upon your skin
It's closer than my hands have been
I'm jealous of the rain

I'm jealous of the windu
That ripples through your clothes
It's closer than your shadow
Oh, I'm jealous of the wind, cause

I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me all you found was
Heartbreak and misery
It's hard for me to say, I'm jealous of the wah
You're happy without me

I'm jealous of the nights
That I don't spend with you
I'm wondering who you lay next to
Oh, I'm jealous of the nights
I'm jealous of the love
Love that was in here
Oh, I'm jealous of the love, cause

As I sink in the sand
Watch you slip through my hands
Oh, as I die here another day
Cause all I do is cry behind this smile

It's hard for me to say, I'm jealous of the way
You're happy without me



Aku iri pada hujan
Yang jatuh di kulitmu
Lebih dekat dari tanganku
Aku iri pada hujan

Aku iri pada angin
Yang mengoyak melalui di bajumu
Lebih dekat dari bayanganmu
Oh aku iri pada angin, karena

Ku berharap yang terbaik untukmu
Semua dunia ini dapat memberimu
Dan ku beritahu kau saat kau meninggalkan aku
Tak ada yang perlu dimaafkan
Tapi ku selalu berpikir kau akan kembali, katakan padaku 
Kehancuran dan kesedihan
Sulit tuk mengatakan, aku iri dengan caramu
Bahagia tanpaku

Ku iri pada malam
Yang tak kuhabiskan denganmu
Ku ingin tahu siapa yang berbaring di sampingmu
Oh, aku iri pada malam
Aku iri pada cinta
Cinta yang tak ada di sini
Pergi ke orang lain untuk dibagikan
Oh, aku iri pada cinta, karena
Saat aku tenggelam dalam pasir
Melihatmu pergi dariku
Oh, saat aku mati di sini suatu saat nanti
Yang kulakukan adalah menangis di balik senyuman ini

Sulit ku katakan, ku irimu dengan caramu
Bahagia tanpaku

Selasa, 19 Januari 2016

Kena Tilang di kota Makasar (late post)

Minggu kemarin aku janjian dengan kakakku untuk mengantar beliau di kota Makassar karena anaknya OMT (di kirim untuk pemeriksaan kesehatan) dari RS. Sini..., maka ku atur lah jadwal cutiku agar bertepatan dengan scedule keberangkatan ponakanku... dan setelah urus sana mari... maka kami bersepakat aku berangkat duluan dengan megendarai bis (karena sudah tidak dapat pesawat), dan beliau berangkat di keesokan harinya dengan pesawat... sementara iparku berangkat menggunakan mobil pribadi karena hendak ke kota Bone dulu....

Rabu pagi 6 jan aku sampai di kota Makassar... istirahat sebentar, dan sampailah kabar itu... kabar bahwa jadwal OMT ponakan ku di mundurkan sampai tanggal 11... dan OMG... aku sudah di Makassar... sudah menyusun scedule rapi dengan kakakku... dan semuanya harus batal... hikss....

Dan baiklah... aku sudah di sini... maka ku susun ulanglah sceduleku...., beruntung aku memang memiliki urusan lain di kota Makassar disamping mengantar ponakanku OMT... aku menghubungi teman, dan merencanakan besok harinya untuk ke pelabuhan Makassar (aku hendak mengurus sesuatu di sana)... dan janjian dengan ponakanku yang kuliah di mks, rabu sore ke pasar butung selepas dia pulang kuliah karena ada beberapa barang yang hendak aku beli....

Sore harinya aku berdua ponakanku berangkat ke pasar Butung dengan mengendarai motor..., awalnya lancar-lancar saja, tetapi ketika di perempatan karebosi... aku di tahan polisi untuk pemeriksaan kelengkapan surat-surat Motor... dan ttuuiinggg.. kesialanku berlanjut sore ini (hahaha...), ternyata ponakanku tidak membawa stnk dan simnya karena tadi pagi waktu berangkat kuliah stnk dan simnya di pegang sama temannya karena mereka berngkat berdua ke kampus dan dia lupa memintanya kembali....., dengan perasaan panik, takut (karena polisinya mengerikan di awal haha ^^), akupun tidak berfikir jernih...,  pak polisi itu menunjukkan kesalahnaku dan denda yang mesti ku bayarkan...., yang terbesit di kepalaku saat itu minta surat tilang segera... dan itu yang aku lakukan... dan meminta penjelasan pada pak polisi apa yang mesti kulakukan dengan surat tilang tersebut.... aku juga menelpon temanku yang juga anggota polisi untuk membantuku, dan dari temanku dan dari pak polisi yang menilangku ku perolehlah penjelasan mengenai tilang menilang.... sehingga sekarang aku paham apa yang harus aku lakukan jika kena tilang apalagi di kota besar.... dan satu yang pasti, jika hendak berkendara pastikan semua surat-surat kita lengkap dan tidak ada yang terlupakan lagi.... so guys... jika kita kena tilang di jalanan, jangan langsung berfikiran buruk kepada polisi yang menilang kita bahwa beliau akan melakukan praktek "pungli" alias pungutan liar... karena sebenarnya mereka melakukan tugas mereka.... berikut sedikit penjelasan dari pak polisi dan dari temanku (yang juga polisi ^^) jika kita terkena tilang :
pada saat kita di tilang kita akan memperoleh surat tilang yang terdiri dari 5 lembar... lembar pertama yang berwarna merah untuk pelanggar, warna biru untuk pelanggar, warna hijau untuk pengadilan, warna kuning untuk arsip polisi, dan warna putih untuk kejaksaan....
dan apa yang harus kita lakukan untuk surat-surat tilang tersebut :

Alternatif 1 : pelanggar mengakui pelanggarn yang telah di lakukan, dan akan menyerahkan perkara tilang di pengadilan. Alternatif ini pelanggar akan menerima lembar wrna merah dan menyelesaikan masalahnya di pengadilan, biasanya alternatif 1 ini jumlah dendanya adlah yang paling murah dengan alternatif lain, meskipun menyita waku karena masalhnya bisa di selesaikan 1 minggu setelah penilangan dan di lakukan di pengadilan 

Alternatif 2 : Pelanggar mengakui pelanggaran yang telah di lakukan dan akan menyelesaikan denda tilang di bank BRI, jika kamu memilih alternatif ini kamu akan di beri surat tilang warna biru tetapi bisanya polisi akan menuliskan jumlah denda tertinggi yang harus di bayarkan (misalnya pelnggaran karena tidak bawa sim dan stnk, maka polisi akan meuliskan denda yang paling tinggi di antara keduanya), setelah mendapat lembar biru maka silahkan ke BRI untuk membayar dan silahkan melanjutkan perjalan dengan membawa bukti pembayaran ke polisi yang menilang tadi

Alternatif 3 :Pelanggar mengakui pelanggaran dan menitipkan denda kepada petugas polisi, alternatif ini ditujukan bagi pelanggar dari luar kota yang tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan ke pengadilan ataupun di BRI, Pastikan polisi yang menilang menulis identitas kamu di surat tilang biar aman hehehe.... sebagai catatan surat tilang yang di keluarkan polisi memiliki nomor yang harus mereka pertanggung jawabkan... jadi jangan khawatir polisi akan berlaku "curang"... karena surat tilang yang mereka keluarkan tidak bisa di batalkan atau d robek karena memiliki nomor yang bersusun (sperti kupon bazar.... ^^ kalo "hilang" satu lembar saja maka akan di pertanyakan....) 

Alternatif 4 : pelanggar tidak mengakui kesalahan dan pelanggar tidak mau ttd di surat tilang, penyelesaian ini di lakuakn di pengadilan dengan mempertemukan pelanggar yang merasa tidak bersalah dgn penilang, dengan penyelesaian alternatif ini, pelanggar akan menerima dua lembar surat tilang sekaligus yaitu merah dan biru....

So... guys, itu sedikit penjelasan dari polisi yang menilang aku dan teman yang membantu aku...., jadi kalo kalian di tilang.... jangan langsung berfikiran negatif sama yang menilang ^^ (apalagi kalo memang dirimu tidak membawa stnk ato sim... itukan jelas-jelas kalian yang salah hehehe), minta saja penjelasan sama pak polisinya... dan jika dia seorng polisi yang baik, maka dia akan menjelaskan seperti yang terjadi pada aku..... so.... hati2 di jalan jika kalian berkendaraan yach guys..... ^^






Pengalaman pertama di tilang dan di kota besar pula,,,, hehehehe^^

Pukis

"Tante Niniek belikan ki kue pukis... itu ada na jual di sana..." permintaan ponakanku ketika aku men-jagakan toko mammix karena beliau lagi ke pesta...., 
"Tidak ada uang tante niniek bawa nak".... jawabku... 
"jaganmi pale.... tapi pintarkikah buat kue pukis???, kita bikinkan ka saja besok le'.....
"ooww  iya e... gampang ji itu kue pukis... nanti besok tante niniek buatkan... gak usak beli-beli... malah lebih enak buatan tante niniek..." padahal aku tidak pernah buat... dan mengucap dalam hati... gampangggg kok... tinggal search di internet dan jadi dech.... hehehe
Sayangnya, aku belum sempat membuatkan ponakanku kue itu, dia sudah keburu berangkat ke Makassar untuk memeriksakan kesehatannya... dan karena aku sudah janji... maka awalnya aku buat dulu (untuk test2 awal sebelum dia datang)... hehehe...
Ada dua versi kue pukis hasil jelajahku di internet.... dan aku mencoba versi pertama yang menggunakan santan... uji coba pertamaku ternyata gak sesuai dengan ekspektasiku... kue itu nyaris gagal dan aku belum tau di mana letak kesalahannya...., dan lebih sakit hati lagi (hahaha^^), ponakanku yang kembar bilang bahwa itu bukan kue pukis tapi kue buroncong... wkwkwk (sakit gak tuch di protes abis sama ponakan sendiri hahaha... T__T)
Dan karena penasaran dengan kue yang nyaris gagal itu... maka kubuatlah versi ke duaku dengan memperhatikan setiap detailnya agar tidak terjadi kegagalan lagi... dan yyyeeeyyyy.... akupun berhasil... dan ponakanku sangat menyukainya....
Berikut adalah resep yang kutemukan di internet... dan aku modifikasi sedikit menurut versiku... ^^+

Yeeeyyy.... tidak gagal lagi hehehe..... ^^
Bahan-bahan :
1. 250 gram terigu
2. 200 gram gula pasir
3. 4 butir telur
4. 250 ml susu (bisa di ganti dengan santan)
5. 1 sdt ragi instant (aku pake merek haan)
7. 100 gram mentega cair
6. Vanili secukupnya
7. Maises ceres untuk taburan

Cara membuat :
Kocok telur dan gula sampai mengembang, setelah cukup mengembang masukkan vanily dan ragi instant kocok lagi sebentar... setelah cukup mengembang masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu bergantian dengan susu... aduk smpai merata... terakhir masukkan mentega yang sudah dicairkan...., tutup adonan dengan plastik wrap dan diamkan selama 30 menit sampai adonan sedikit berbiuh... stelah 30 menit, panaskan cetakan pukis sampai cukup panas (kurang lebih 180 derajat celcius), kecilkan api... dan masukkan adonan pada cetakan sampai 3/4 cetakan (jangan penuh biar ada ruang untuk adonan mengembang), panggang di atas apai kecil... setelah setengah matang taburi maises ceres di atasnya dan panggang lagi sampai kue matang, yang di tandai dengan pinggiran kue agak mengering... angkat dan sajikan.....


Well... kalau resep ini kurang jelas ^^... temanteman bisa lihat di cookpad saya https://cookpad.com/id/resep/530664-kue-pukis-maises?ref=recipe Okay guys met masak yachhh..... ^^



Ngebake itu sperti menemukan separuh jiwa kita hahaha.... lebay.com ^^

Agar Menemukan

Kau butuh hilang agar dicari, kau butuh pergi agar bisa pulang. Kau butuh kesepian agar ditemani, kau butuh diam agar ditanya.
Hanya saja, seringkali kita mengeluhkan tentang jalan yang harus kita tempuh demi apa yang kita cari. Seringkali kita setengah hati menjalani jalan yang sebenarnya mengantar kita pada apa yang kita cari, hanya saja kita tidak tahu tentang itu.
Yang kita tahu hanya sebatas pada apa yang kita rasakan saat ini, pada apa yang terlihat dan terdengar. Kadang dan lebih sering menyakitkan juga melelahkan tapi kita tidak punya pilihan selain menjalani.



By : Kurniawan Gunadi